Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts

May 09, 2016

rindu

yang nulis Isma Kazee di 7:21 PM 1 komentar
terbuat dari apakah rindu,
ia menderu-deru dalam kalbu
mengiris-iris ulu hati
membuat sesak ruang bathin
adakah anugerah lain yang lebih menyedihkan dari rindu?

ia merindukanmu seperti bulan pada matahari
bersimpuh menunggu
meski ia tahu matahari akan datang  saat purnama tiba
ia hanya bisa melihat dari jarak pandang yang jauh
berbagi tatap dan senyuman

ah andai saja tak ada rindu
apakah hidupnya akan lebih bahagia  ...

October 12, 2015

Simfoni Nusantara

yang nulis Isma Kazee di 2:30 PM 1 komentar


Wahai Negeriku,

Waktu itu aku masih kecil
Ukuran sepatuku masih nomor 30 lebih sedikit
Televisi di rumah cuma hitam dan putih
Belum ada listrik dengan cagaknya yang tinggi-tinggi
Uang jajan hanya lima ripis
Sepulang sekolah aku cuma bermain
Nekeran, gelang karet, atau bentik
Kadang asyik namun tak jarang bertengkar lalu pulang sambil menangis
Begitulah, wahai Negeriku, engkau aku kenali

Lalu, datanglah Bapak membawa cerita
Setiap pulang dari Pamanukan untuk berdagang
Tentang Joko Bodo dan Bajing Kuning yang melegenda
Dari buku-buku balai pustaka aku membaca
Petualangan anak yatim, anak tiri, juga anak desa
Cerita dari Solo hingga Papua
Aku pun tahu, tanahmu ternyata bukan hanya kampung yang aku pijak
Tapi membentang hingga daratan yang antah berantah
Begitu, pikiran kecilku menerka

Wahai Negeriku,

Aku pun beranjak dari masa kecilku
Dengan senang melenggang berseragam putih abu-abu
Berani melesat jauh hingga Jawa Timur
Bertemu kawan-kawan baruku dari seluruh belahan negeriku
Ada Bali, Lombok, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Maluku
Aku belumlah pernah hingga pulau-pulau itu
Tapi kehadiran mereka meyakinkan aku
Bahwa engkau, sungguh luas dan besar wahai negeriku
Aku bangga mememilikimu

Namun, tiba-tiba di langit awan hitam menggulung-gulung
Ketika aku terdampar di kota budaya yang maju
Nyanyian tentangmu, wahai negeriku, tak lagi merdu
Teriakan-teriakan terdengar nyaring bersahut
“Di sini negeri kami … rakyat tergusur …”
Kobaran api menjilat-jilat membakar hangus
Tembakan dilepaskan membuat cepat detak jantung
Korupsi, perampasan hak, pemerkosaan, bencana lumpur, asap, serasa menusuk-nusuk
Aku pun menjadi tahu bahwa diammu menyimpan pilu

Wahai Negeriku,

Sekarang aku berdiri di sini
Setelah banyak perjalanan aku lewati
Aku mendengar bahwa hari tak selamanya tanpa sinar matahari
Ada pagi yang datang membawa cahaya dan kekuatan berlapis-lapis
Aku sudah menjelajah hamparan pulau-pulaumu yang cantik
Mendengar cerita-cerita kondang tentangmu yang abadi
Tak hanya dari dalam sini, tapi juga dari luar negeri
Maka, tak pentinglah aku bersedih
Lebih baik bersiap, menjadi pemuda terbaik di negeri ini

Aku sebut Engkau sebagai Negeri Biru
Demi warna samudera yang tenang menyimpan kekuatan padu
Aku sebut Engkau Negeri Hijau
Demi lebatnya hutan yang harusnya aku jaga selalu
Aku sebut engkau sebagai Negeri Merah
Demi warna darah para pemuda yang siap bertarung
Aku sematkan nama Negeri Putih untukmu
Demi niatan bersih dan hatiku yang tulus
Aku membelamu, Bumiku, Negeriku, Nusantaraku,


Yogyakarta, 12 Oktober 2015

----------------------------------------
puisi utk musikalisasi puisi PK-45
meskipun cuma nulis puisi, ini juga kontribusi kan hehe

April 14, 2012

tengah malam

yang nulis Isma Kazee di 5:26 PM 0 komentar
dari balik jendela, tengah malam.
aku lihat bulan sedang purnama.
aku ingat kau pernah berkata,
menari bersama bulan agar merekah selebar terang bulan.
bagaimana bisa?
tentu bisa, karena aku adalah matahari
ah, kau mengigau. aku terkekeh. kau lucu.
karena kau bukan matahari.
kau terdiam, menatapku.
matamu begitu layu.
aku katakan lagi,
iya, kau bukan matahari
tak akan bisa berdansa dengan bulan.


_________________________________*I*

April 15, 2011

soul friend

yang nulis Isma Kazee di 3:49 AM 1 komentar
soul home of soul friend
impossible to apart
ears can hear words but can’t speak
eyes can see but can’t show
are they faithful? definitely yes
do they need proof? certainly no
powerful time let it be
sad, happy, cry, smile, day, night
ha ha ha life
he is always there, needless eyes, ears or hands
close them, shut them, tie them
open the door
is he there?
can closed eyes see? Can tied hands touch?
can ears listen to the silence
he is there like air

April 14, 2011

sahabat diam

yang nulis Isma Kazee di 10:59 AM 0 komentar
pada jiwa yang diam ada sahabat yang setia
berbagi rasa dan kata, meski kadang tak sampai
karena telinga mereka terlalu jauh untuk mendengar
mata tak cukup untuk melihat
tangan tak cukup panjang untuk menjangkau
rasa terlalu sempit untuk menampung

jika ada yang katakan sahabat setia
itu hanya sampai setaraf kata
buktikan saja pada saatnya
setia tinggal cerita
karena sahabat punya kehidupan
bahagianya, sedihnya, juga dunianya

tinggallah sendiri di sekotak ruangan sempit
lamat-lamat musik country mencabik-cabik
jendela kaca terbuka melambai mengajak melompat
tapi, sahabat diam tak pernah pergi
tiadanya tetap terasa
dia ada dalam diam

February 04, 2011

dialog

yang nulis Isma Kazee di 1:42 AM 0 komentar
suara-suara itu tak lelahnya tertawa
menjejak-jejak di genderang telinga
menatap aneh dan tak jelas
are you talking to us ...
are you talking to us ...
are you talking to us ...

tertunduk lesu aku di sudut ruangan
menatap kecoa yang bergerak lamat-lamat
juga semut-semut kecil beriringan
are you listening to me ...
are you listening to me ...
are you listening to me ...

or maybe not ...

November 16, 2010

n g a s a l

yang nulis Isma Kazee di 1:39 AM 0 komentar
tergerus mendasar ke ulu hati
tanpa tahu bagaimana terjadi
harusnya sudah pergi
terbawa jatuh di lautan pasific
tenggelam dilumat hiu habis
mati

ada panca boneka ninania
paras di sini tak setara memang
meski banyak bilang melampai usia
limpah ruah ini berlebih
tak ada banding dibilang
pincang

ya jika memang iya
pantaslah menara dibangun
dan seorang puteri berdiri angkuh
ya jika memang iya
sering kali menjadi tidak
adanya

di dasar bukit hijau
titik-titik air mengharubiru
sebenarnya tak perlu
apa pun itu kami jauh punya laku
usaplah usap lembut
luruh

-------------------
***ngasalll

September 01, 2010

apaan ...

yang nulis Isma Kazee di 12:48 PM 0 komentar
sudah makan?
aku puasa
ups, sorry
tak apa
karena kamu tersenyum
kok?
kamu bisa tersenyum dengan hatimu
maksudnya?
tampak lebih muda
apaan sih?
bahkan muda sejak dari dalam
ada apa ini?
kamu kawan yang baik
hmmm, nggak mudeng
dengarkan saja
okey
i am happy to be your friend
me too
buruan makan
aku puasaaaa
oh ya, lupa ...

June 17, 2010

i love you

yang nulis isma di 10:18 AM 0 komentar
aku pergi bukan berarti tak sayang
berjauhan bukan berarti karena membenci
rasa kita melampau jarak
kekuatan hati yang mengikat
kuat dan erat

sebenarnya aku tak mau
tapi aku harus
satu-satunya jalan adalah relakan
selipkan cinta dan sayang
di setiap detik memisahkan kita

aku akan merindukan
kalian pun akan mengingat-ingat
tentang aku tentang kita
kelak saatnya kembali
jadilah lebih baik dan apik

maaf, air mataku tumpah ruah dalam hati
akan aku lanjutkan cerita ini
untuk mengisi malam-malam kalian
yakinkan kalau aku tetap di dekat
memberikan peluk dan cium setiap saat

karena i love you ...

March 06, 2010

saatnya

yang nulis isma di 10:08 PM 0 komentar
6 maret, saatnya menutup pintu
pagi tak lagi segar
siang terlalu terik
tak ada juga yang akan datang

7 maret, saatnya melarung
rumput itu sudah asing bahkan liar
tak perlu sentuhku juga tataku
aku hanguskan di puncak sini saja

seterusnya ...
ruang ini akan baik-baik saja
seperti sebelumnya
seperti sedia kala

January 29, 2010

pada malam

yang nulis isma di 1:29 AM 0 komentar
pada malam rembulan bersinar penuh. aku lihat benderang di antara gelap. itu adalah akhir perjumpaan kita. saat semua pinta dan maaf tertutup. terkunci oleh sakit hati, marah, dan benci. padahal cinta dan maaf adalah satu. karena cinta, kesalahan termaafkan. karena maaf, cinta akan bertahan dan mewangi.

pada malam suara yang tersisa hanya halilintar. aku kembali belajar menikmati kehilangan. saat semua usaha dan harap berbentur kekalahan. belajar tak butuh pintar, hanya ulet dan pembiasaan. tapi dengan hati dan pikir penuh sesak oleh kenangan? hampir-hampir seperti tega membuatku mati perlahan.

pada malam dingin begitu menusuk. aku coba pahami, sakit dan kalah adalah sumbu kearifan. mula bertemu sebagai asing maka berpisah pun sebagai yang tak dikenal. memori tak seharusnya dipangkas atau dicerabut. biarkan dia terjaga sebagai catatan sejarah akan pertemuan dan cerita. pada saatnya akan indah untuk dikenang.

November 29, 2009

tuhan # jelata

yang nulis isma di 3:03 PM 0 komentar
siapa menciptakan ending? tentu saja yang sudah membuat opening. bukan aku. tapi, dia.

drama ini bermula dengan sapaan penuh perhatian dan berakhir dengan diam tanpa hirauan. bukan aku. tapi, dia.

sekali lagi, bukan aku tapi dia.

dia tuhan, aku jelata...

November 26, 2009

takbir

yang nulis isma di 10:46 PM 0 komentar
allahu akbar allahu akbar
la ilaha illallahu allahu akbar
allahu akbar walillahil hamd

takbir itu melemparku
pada rentang waktu
nun tak lagi dapat kusentuh
dan hanya tersimpan olehku
sendiriku ...

waktu yang menoreh luka
menyisakan kenang nestapa
bukan lagi siapasiapa
tak lagi diharap,
hanya sendiriku ...

allahu akbar allahu akbar
la ilaha illallahu allahu akbar
allahu akbar walillahil hamd

kaulah yang menguasai, Tuhan
dan aku tak ada kuasa apaapa

November 08, 2009

entahlah

yang nulis isma di 6:12 AM 0 komentar
tak tahu atas dasar apa
cinta dan sayang kau sampaikan
dengan penuh jarak dan benci
atau kau sengaja membuat lelah
supaya lepas dari intai
meski tetap saja
tak tahu atas dasar apa

dalam diam sering air mata menitik
meresapi bingung tanpa jawab
hati itu begitu angkara
marah itu begitu nanar
jelas kata terbantahkan
maaf juga tak terterima
dalam diam sering air mata menitik

karena aku masih manusia
tak bisa abai dan lupa begitu saja
selalu merasa dan berasa
ingin tegas sikap selaras dengan kata
jika cinta dan rindu
sampaikanlah dengan ramah dan luluh
karena aku masih manusia

seolah kau sudah seperti tuhan
menjadi yang maha
bisa semena tanpa rasa
diam seribu bahasa abaikan lolong nestapa
teriakan sakit dan ribuan tanya
tak ada empati dan mau koreksi
seolah kau sudah seperti tuhan

entah kapan
angkuhmu akan hancur
ramahmu akan tumbuh
sayangmu akan tersemai
rindumu akan terurai
menyiram haus ini
entah kapan

atau memang sudah tak ada
waktu dan tempat untukku lagi ...

September 15, 2009

hari ini dan hari itu

yang nulis Isma Kazee di 10:39 AM 0 komentar
by heinz janisch

ada satu hari ketika setiap orang bermain egrang
ada satu hari ketika setiap orang datang dan pergi dengan buah cherry di atas kepalanya
ada satu hari ketika dunia tenggelam ke dalam air
ada satu hari di mana setiap orang berdiri dengan tangan mereka
ada satu hari ketika setiap orang saling mencium satu sama lain
ada satu hari ketika setiap orang menginginkan seseorang untuk tempat bersandar
ada satu hari ketika setiap orang melatih keahlian masingmasing
ada satu hari ketika setiap orang hanya memandangi langit
ada satu hari ketika semua bayangan berwarna ceria
ada satu hari ketika semua orang terbang
ada satu hari ketika semua orang hanya berbaring di atas kasur, sambil berkhayal halhal yang menyenangkan...

September 01, 2009

luruh

yang nulis isma di 9:14 AM 0 komentar
di ujung sebuah jalan
ilalang tinggi tak terjamah
meliukliuk menarikan irama
kisah senja di sudut kota

di reranting pohon jati
burung tua siulkan tanda mati
bersahutsahut tiada henti
cerita malam di ujung sepi

mungkin gugu ini tak akan sampai
bukakan dengar negeri api
menjilatjilat begitu tinggi
tak sampai ilalang menggapai

mungkin sendu ini tak ada daya
hentakkan gelegar iba baja
keras tiada sekirakira
tak mempan gores patuk burung tua

luruh dan patah...

August 28, 2009

kupukupu

yang nulis isma di 11:48 AM 0 komentar
sumber picture klik

ada kupukupu
berangkat dari kuncup layu
kepakan sayap ungu
berputar melampaui awan
sampai tak terlihat

seorang anak menatap
menetes liur bersahutan
pandangan tanpa makna
menerawang jauh
adakah bisa gapai kupukupu itu

kupukupu bersayap ungu
hinggap di dedaunan bintang
mengibaskan sayap
menatap ke bawah katulistiwa
tak lebih indah dari luar

kupukupu terbang lagi
menebar cerita tentang bumi
bertutur atas nama matahari
berceloteh tentang rembulan
sampai tak berkesudahan

seorang anak tak lagi menatap
tanah lumpur menari
menjadi pijakan atas nama kehidupan
kupukupu ungu jauh sekali
lenyap tak akan tertunai

kupukupu telah bercumbu
dengan kegagahan angkasa
tak tersuakan
menjelajah dunia baru
larut dan hanyut

kupukupu ungu terbang lagi
menemui kupukupu biru
hinggap di sampingnya
tertawa bersama
diam juga bersama, di mana kita?

sepasang kupukupu ungu dan biru
bercerita tentang mereka
bibir bertahtakan kata
mata saling tatap
melewati indera dengar terbuka

sawo kecik menjadi teman bermain
dilempar jauh
ditangkap kembali
oleh anak-anak
berwarna ungu dan biru...

August 01, 2009

senja

yang nulis isma di 10:27 AM 0 komentar
Tanpa warna pasti, namun polesan putihnya melewati batas suci. Semburat merah mudanya melewati asmara romeo-juliet. Abuabu, biru tua, layaknya siluet bayang bidadari pada kanvas biru yang melewati batas rindu seorang gadis untuk kekasihnya yang sepuluh tahun terpisah. Adakah yang lebih indah dari itu?

Gumpalan-gumpalan kapas tanpa tulang, menyapa kepakan sayap burung. Menebar senyum pada bulan tanggal muda, melambai untuk bintang kejora. Adakah yang lebih damai dari itu?

Ketika siang beranjak pergi sementara malam tak kunjung menghampiri, senja akan datang menemani

Senja, lebih dari sekadar kata

------25200102

July 30, 2009

Senja di Sebuah Stasiun

yang nulis isma di 10:47 AM 2 komentar
“.......... aku tetap tegar meski rel-rel cintaku kau lindas dengan gerbong cintamu hingga melengking-lengking menyayat-nyayat menjerit-jerit dan engkau terus melaju, sementara aku masih menikmati sakit bersama lampu-lampu muram dan tiang-tiang listrik karatan, ah.....cintamu memang seharga karcis peron .....”

jombang-jakarta, 02 desember 2002
by Oened

May 07, 2009

selesai hujan

yang nulis isma di 4:51 PM 1 komentar
setiap kali selesai hujan
tanah di depan rumah akan basah
menyengatkan aroma khas
tentang kampung halaman

dulu, nudmilla suka sekali
bergerak di bawah hujan menari-nari
berkepak-kepak seperti meri
tanpa payung juga alas kaki

saat ini, hujan membuat tanah itu biru
bukan warna melainkan haru
tak ada lagi aroma khas tentang kampung
tak ada juga nudmillaku

tapi, hujan masih terus akan turun
meski hanya basahi tanah layu
dan hanya aku
yang bisa menikmatimu
 

Isma Kazee Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea